loading...
loading...

Thursday, August 29, 2019

Panduan cPanel Untuk Pemula 2018

 Jika Anda sedang belajar untuk membuat website, kami bisa menjamin bahwa Anda akan banyak menggunakan tool dengan nama cPanel. Ini karena, kebanyakan provider hosting menggunakan cPanel untuk membantu Anda mengelola website Anda dengan mudah.
Walaupun cPanel banyak digunakan, tetap saja tool yang satu ini tidak bisa dibilang user friendly untuk pemula. Apalagi jika Anda belum pernah membangun sebuah website sebelumnya. Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menggunakan cPanel dan bagaimana cara memanfaatkan fungsi-fungsi dan fitur-fitur yang disediakan cPanel.
Nah, sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi karena di artikel kali ini kami akan membahas semua tentang cPanel.

Apa itu cPanel?

cPanel adalah control panel untuk web hosting Anda. cPanel memberi Anda user interface untuk membantu Anda melakukan hal-hal untuk mengelola website Anda. Jika Anda tidak memiliki user interface, Anda akan memerlukan pengetahuan programming untuk mengelola website Anda. Oleh karena itu, cPanel benar-benar memudahkan Anda untuk mengurus website Anda.
Secara singkat, cPanel membantu membuat web server Anda menjadi lebih human-friendly. Sehingga Anda bisa mengelola website Anda tanpa perlu pengetahuan coding yang advance.
Kegunaan cPanel
cPanel memperbolehkan Anda melakukan beberapa fungsi berikut ini:
  • Membantu menginstal software seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan sebagainya
  • Menambahkan nama domain dan subdomains ke akun hosting
  • Upload files langsung ke servernya
  • Mengelola akun FTP untuk mengupload file melalui FTP
  • Membuat dan mengelola database untuk menyimpan konten
  • Memperkuat security dengan beberapa cara yang berbeda
  • Men-diagnosa isu yang ada pada komputer Anda
Cara mengakses cPanel
Biasanya, setelah Anda membeli paket hosting, provider hosting Anda akan mengirim detail detail akun cPanel Anda dengan sebuah welcome email. Jika Anda tidak mendapat welcome email, Anda bisa login ke client area hosting Anda dan mengakses cPanel dari link yang disediakan.
Tetapi ada juga cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengakses cPanel. Bagi Anda yang menggunakan protocol HTTP, Anda bisa menambahkan :2082 di bagian belakang URL Anda. Misalnya website Anda http://domainanda.com/, maka tambahkan :2082 di belakangnya menjadi http://domainanda.com:2082. Jika website Anda memiliki protocol HTTPS, Anda bisa menambahkan :2083. Sehingga jika website Anda https://domainanda.com/, maka Anda tinggal tambahkan :2083 menjadi https://domainanda.com:2083
Di sana, Anda tinggal memasukkan username dan password Anda. Jika Anda belum mendapatkan detail akun Anda, ada baiknya Anda menghubungi provider hosting Anda.
Sebelum kita mulai menggunakan cPanel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu cPanel tidak memiliki hanya satu desain interface yang sama. Desain interface sebuah cPanel biasa bergantung pada hosting yang Anda gunakan. Oleh karena itu, jangan bingung jika tampilan cPanel pada artikel ini mungkin berbeda dengan cPanel yang Anda akses.

Menggunakan cPanel untuk Menginstall Software

Setelah Anda mendapatkan akun hosting Anda, hal pertama yang ingin Anda lakukan adalah menginstall content management system atau CMS seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan masih banyak lagi untuk memulai website Anda.
Untuk membantu Anda melakukan ini, cPanel memiliki tools yang disebut dengan istilah Autoinstallers. Tools ini membantu user agar bisa menginstall berbagai software package dengan mudah.
 Anda bisa melihat autoinstallers ini pada section Softaculous Apps Installer. Mereka juga cukup mudah untuk digunakan. Anda hanya perlu mengklik software mana yang ingin Anda install di website Anda. Kemudian Anda tinggal mengikuti prosesnya. Semua sudah dijelaskan dengan mudah dan detail.
Catatan: Setiap hosting mungkin memiliki nama yang berbeda untuk Autoinstaller mereka.

Menambahkan Domain dan Subdomain

Ketika Anda mendaftarkan diri untuk akun hosting, Anda pasti sudah mengkonfigurasi setidaknya satu domain saat proses signup. Ini akan menjadi primary domain atau domain utama. Sebagai contoh, misalnya Anda sudah memiliki domain “dewaweb.com”. Jika hosting Anda memperbolehkan, Anda bisa memiliki dua tipe nama domain:
  • Domain add-ons – ini adalah domain yang benar-benar berbeda dengan domain yang sudah Anda miliki. Misalnya add-ons domain Anda adalah “websitesaya.com”
  • Subdomains – ini adalah domain tambahan untuk nama domain Anda, misalnya “blog.dewaweb.com”
Kedua opsi ini bisa Anda pilih di section domain.
Menambahkan nama domain terpisah baru
Untuk menambahkan sebuah nama domain baru yang berbeda dengan nama domain yang sudah ada, Anda tinggal klik Addon Domains:
 Setelah Anda mengklik Addon Domains, Anda akan melihat pilihan tampilan di bawah ini:
 Anda tinggal memasukkan nama domain yang ingin Anda tambahkan di kotak New Domain Name. Setelah itu, cPanel akan secara langsung mengisi kedua kotak lainnya; subdomain dan document root. Setelah itu, Anda hanya tinggal klik add domain.
Di fitur ini, Anda juga bisa mengatur atau menghapus nama domain yang sudah ada dengan scroll ke bagian bawah dan Anda akan menemukan section Modify Addon Domain dimana Anda bisa melakukan pengaturan nama domain.
Menambahkan sub-domain
Untuk menambahakn sub-domain pada primary domain Anda ataupun addon domain Anda, Anda tinggal klik pada pilihan sub-domain di dashboard cPanel Anda.
 Setelah Anda memilih pilihan di atas, Anda akan melihat tampilan seperti di bawah ini:
 Anda tinggal memasukkan sub domain yang Anda inginkan. Jika Anda memiliki lebih dari satu domain, Anda juga bisa memilih domain mana yang ingin Anda tambahkan sub-domain. Setelah itu, Anda tinggal klik create.
Sama seperti Addon domain, Anda juga bisa menggunakan section ini untuk mengatur subdomain yang sudah ada.

Mengupload files melalui cPanel

cPanel membantu Anda untuk mengupload file ke server Anda dengan dua akses yang berbeda:
  • File Manager – tool ini memperbolehkan Anda untuk mengupload file langsung ke browser Anda
  • FTP Accounts – tool ini menghubungkan Anda dengan server web Anda melalui sebuah program yang disebut dengan FTP Program.
Biasanya, file manager digunakan untuk mengupload beberapa file di waktu yang bersamaan dan memindahkan file-file yang ada di server Anda. File manager juga mudah digunakan dan tidak memerlukan program tambahan. Semua bisa dilakukan di browser Anda. Jika Anda ingin mengupload file yang berukuran besar, file manager bukanlah pilihan yang tepat – Anda sebaiknya menggunakan FTP.
Menggunakan File Manager untuk Mengupload File
Untuk mengakses file manager, masuk ke section Files di dashboard cPanel Anda. Kemudian klik File Manager.
 Setelah itu, Anda akan dibawa ke interface File Manager.
 Di sini, Anda bisa menavigasi sendiri folder-folder yang ada. Anda juga bisa mengupload file baru di bagian atas toolbar.

Mengatur akun FTP untuk mengupload file melalui FTP

Untuk mengupload dan mengatur file melalui FTP, Anda membutuhkan dua hal:
  • Akun FTP Anda
  • Program FTP
cPanel hanya dapat membantu Anda dengan akun FTP. Anda perlu mendownload sendiri program FTP Anda. Salah satu program FTP yang sering direkomendasikan adalah FileZilla. Untuk mengatur akun FTP, Masuk ke section Files dan pilih FTP Accounts di dashboard cPanel Anda.
 Jika Anda belum memiliki akun FTP, Anda bisa membuatnya langsung di halaman selanjutnya.
 Login – Masukkan username Anda ke kotak itu
Password – masukkan password yang akan Anda gunakan untuk terhubung dengan FTP. Pastikan password Anda aman, jika Anda tidak yakin, Anda bisa menggunakan Password Generator yang ada di samping kolom Strength.
Directory – Biarkan ini blank jika Anda ingin mengakses semua folder. Jika Anda mau, Anda bisa menggunakannya untuk memberi limit access FTP hanya ke beberapa directories spesifik di server Anda.
Quota – Biarkan ini tetap unlimited kecuali Anda ingin mengatur limit berapa banyak data yang dapat diupload oleh akun ini
Setelah Anda membuat akun Anda, Anda bisa menggunakan akun tersebut untuk login ke program FTP yang Anda gunakan. Anda juga bisa scroll ke bagian bawah dan menggunakan Configure FTP Client untuk membantu Anda mengaturnya.

Membuat Akun Email Dengan Domain Anda

Jika Anda memiliki sebuah website, Anda pasti tahu bahwa Anda bisa membuat sebuah akun email dengan nama domain Anda. Jadi Anda bisa membuat email dengan alamat email namaanda@websiteanda.com.
Untuk mulai menggunakan email dengan domain Anda sendiri, Anda harus mengaturnya di cPanel. Untuk melakukan itu, Anda masuk ke section Mail atau Email. Kemudian pilih opsi Email Accounts.

 Di halaman selanjutnya, Anda tinggal memasukkan alamat email yang Anda inginkan, passwordnya, dan mailbox quota. Kemudian klik Create Account.
Bagaimana cara mengirim dan menerima email dengan email baru Anda
Setelah Anda membuat akun email Anda, Anda bisa menggunakan Webmail untuk mulai mengirim dan menerima email secara langsung. Untuk mengakses webmail, Anda hanya perlu menambahkan “/webmail” di akhir domain Anda. Misalnya “websiteanda.com/webmail”. Kemudian, Anda akan bisa login menggunakan info yang baru saja Anda buat.
Anda juga bisa mengakses alamat email baru dengan Google Apps atau Outlook. Anda bisa membaca artikel kami mengenai Google Apps atau yang sekarang disebut GSuite untuk info lebih lanjut.

Meningkatkan Keamanan dengan cPanel

Jika Anda ingin meningkatkan keamanan website Anda, cPanel dapat membantu Anda dengan beberapa tools yang mereka miliki, di antaranya:
  • Password Protect Diaries ­– tool ini membantu Anda untuk meletakkan password di folder tertentu di server milik Anda.
  • IP Address Deny Manager – tool ini membantu Anda mem-block traffic dari IP address tertentu yang menyebabkan masalah.
Untuk menambahkan password di directory cPanel, pilih Password Protect Directories. Kemudian pilih directory mana yang ingin Anda berikan password.
Sementara, untuk mem-block IP address tertentu, klik IP Address Deny Manager. Kemudian di layar selanjutnya, masukkan IP Address yang ingin Anda block.

Membuat dan Mengelola Database

Database adalah tool yang membantu Anda menyimpan dan mengakses data. Jika Anda menggunakan tool seperti WordPress, semua data website Anda akan disimpan di sebuah database. Kemungkinan besar Anda sebenarnya tidak perlu memikirkan database Anda. Tetapi tidak ada salahnya Anda mempelajari bagaimana cara membuat sebuah database. Bisa saja suatu hari Anda perlu melakukannya untuk misalnya melakukan migrasi website WordPress Anda secara manual.
Untuk membuat MySQL Database, masuk ke MySQL Database di section Databases. Kemudian Anda perlu melakukan 3 langkah berikut ini:
Pertama, isi section Create a New Database. Anda tinggal masukkan nama yang Anda inginkan dan klik Create Database.
Kemudian scroll dan Add a New User. Anda hanya perlu memasukkan username yang Anda mau, password, dan kemudian klik Create a User.
Sepertinya yang sudah disebutkan di atas, Anda sebenarnya memang tidak perlu memikirkan database untuk sehari-harinya. Anda hanya perlu melakukan ini jika ada keperluan khusus seperti migrasi website.

Melihat Error Log di cPanel

Seperti database, error log adalah fitur niche yang kemungkinan besar Anda akan jarang gunakan. Jika Anda menemukan masalah pada website Anda, error log server adalah salah satu tool yang bisa membantu Anda untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Untuk mengakses error log sebuah server, yang perlu Anda lakukan adalah masuk ke Errors yang ada di section Metrics.
Simpulan
Di artikel ini kami sudah membahas berbagai fungsi dan fitur cPanel yang akan Anda perlukan dalam mengelola sebuah website. Dari yang bisa Anda lihat, cPanel benar-benar memudahkan prosesnya sehingga bagi Anda yang baru pertama kali memiliki website, Anda dapat dengan mudah mengatur website sesuai keinginan Anda. Semoga artikel ini membantu

No comments:

Post a Comment